REKAYASA GENETIKA

REKAYASA GENETIKA (SACCHAROMYCES CEREVICIAE UNTUK PEMBUATAN VAKSIN HEPATITIS B)
Rekayasa genetika merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan proses replikasi, transkripsi, translasi untuk memanipulasi, mengisolasi, serta mengekspresikan suatu gen ke dalam organisme lain yang berbeda .Rekayasa genetika biasa disebut juga rekombinasi DNA. Setiap mahluk hidup mempunyai struktur DNA yang sama, sehingga dalam rekayasa genetika memanfaatkan DNA untuk menggabungkan sifat dari beberapa mahluk hidup. Terdapat beberapa macam rekayasa genetika antara lain transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid dan rekombinasi DNA. Rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin Hepatitis B menggunakan teknologi transplantasi gen. Transplantasi gen adalah suatu proses pemindahan gen dari suatu organisme ke organisme lainnya.

Vaksin adalah sediaan yang mengandung zat antigenik yang dapat menimbulkan kekebalan aktif serta bersifat khas pada manusia, zat antigenik tersebut, dapat berupa mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, ataupun protein rekombinan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

3784410559752500Penyakit hepatitis B merupakan suatu penyakit infeksi yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis atau berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Mula-mula, virus ini dikenal sebagai serum hepatitis. HBV merupakan virus yang lebih ganas dan banyak menularkan dibandingkan dengan Virus AIDS (HIV), Vaksin Hepatitis B adalah antigen yang berupa mikroorganisme yang dapat mencegah hepatitis B, dan beberapa akibat serius dari infeksi Hepatitis B, termasuk kanker hati dan sirosis. Vaksin Hepatitis B bermanfaat untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit hepatitis B dan sebagai perlindungan jangka panjang atau bahkan sampai seumur hidup,terhadap infeksi Hepatitis B dan penyakit yang disebabkan oleh hepatitis B.

Virus hepatitis B (HBV) adalah virus (Deoxyribosa Nucleic Acid) DNA terkecil dari genus hepadnavirus berukuran 40-42nm. DNA virus berbentuk double strand, yang terdiri dari nucleocapsid atau core (HBc Ag) berukuran 27 mm pada bagian dalam yang dikelilingi oleh lapisan lipoprotein di bagian luar yang berisi antigen permukaan (HBsAg). HBsAg merupakan antigen heterogen dengan suatu common antigen. Masa inkubasi HBV sekitar 15-180 hari denagn rata-rata 60-90 hari. Virus ini terdapat dalam semua cairan tubuh penderita yang terinfeksi, seperti dalam darah, sperma, cairan vagina maupun air ludah..
Virus hepatitis B dapat ditularkan dari orang yang sudah terinfeksi melalui cairan tubuh tersebut, misalnya pada penggunaan jarum suntik atau karena hubungan seksual.

Perkembangan pembuatan vaksin hepatitis B dimulai pada tahun 1973, dimana diketahui bahwa HBV dapat menginfeksi simpanse, Awalnya pada tahun 1981 pembuatan vaksin hepatitis B berasal dari plasma darah penderita, kemudian zaman terus berkembang dan teknologi pun semakin modern, maka pada tahun 1986 mulai dibuatlah vaksin rekombinan dengan menggunakan yeast Saccharomyces cereviceae.

Saccharomyces cereviceae merupakan cendawan berupa khamir (yeast) sejati, tergolong eukariotik dan mempunyai potensi yang tinggi sebagai imunostimulan dengan menggunakan bagian yang bermanfaat yaitu dinding selnya karena mengandung HBsAg. Morfologi Saccharomyces cereviceae yaitu hanya membentuk blastospora, dapat berbentuk bulat lonjong,silindris,oval, atau bulat telur yang dipengaruhi oleh strainnya. Berkembangbiak dengan cara membelah diri melalui “budding cell”. Reproduksi Saccharomyces cerevisiae dipengaruhi oleh keadaan lingkungan serta jumlah nutrisi yang tersedia bagi pertumbuhan sel.
Taksonomi saccharomyces cerevisiae, sebagai berikut :
Super kingdom: eukaryot
Phylum : fungi
Subphylum : Ascomycota
Class : Saccharomycetes
Ordo : Saccharomycetales
Family : Saccharomycetaceae
Genus : Saccharomyces
Species : Saccharomyces cereviceae

Cara pembuatan vaksin hepatitis B yaitu dengan cara mengisolasi gen yang dapat menghasilkan selubung protein tanpa menghasilkan DNA-nya, kemudian gen tersebut dimasukkan ke dalam sel ragi Saccharomyces cereviceae, dimana sel ragi ini akan menghasilkan suatu protein virus yang tidak membahayakan bagi tubuh manusia. Apabila protein tersebut dimasukkan dengan cara menyuntikkannya ke dalam tubuh, maka tubuh akan membentuk suatu pertahanan diri yaitu dengan cara memproduksi suatu antibodi. Itulah sebabnya orang yang disuntikkan vaksin hepatitis B akan kebal dari serangan virus hepatitis B.