BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Di tahun 2018 ini

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Di tahun 2018 ini, dunia bisnis sudah memasuki era digital atau yang biasa disebut E-Business, sesuai dengan perkembangan industri 4.0 dimana penggunaan internet maupun media digital lainnya sangatlah besar. Adapun cara transaksi yang selalu berkembang yang berawal dari pembayaran cash beralih ke E-money, dan hingga sekarang berkembang kepada tahap Digital Payment.

Digital payment adalah kegiatan layanan jasa pembayaran dan keuangan yang menggunakan sarana teknologi digital seperti seluler. Di Indonesia sendiri sudah mulai bermunculan perusahaan – perusahaan yang menyediakan digital payment seperti Ovo dan GoPay. GoPay berasal dari perusahaan Gojek dan hanya bisa digunakan untuk pembayaran item yang dimiliki Gojek atau beberapa merchant perusahaan Gojek. Sedangkan Ovo sendiri memang bergerak di bidang layanan finacial technology (fintech) atau yang lebih akrab dengan istilah digital payment.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Gambar 1. 1. Pertumbuhan Digital Wallet
Sumber: metrotvnews.com (diakses pada tanggal 4 September 2018, pukul 11:08)

Gambar 1. 2. Mapping The Use Cases
Sumber : dailysocial.id (diakses pada tanggal 21 September 2018, pukul 20:47)
Sesuai dengan data diatas, didapati bahwa masyarakat Indonesia akhir-akhir ini memilih OVO sebagai digital wallet dan menariknya meski OVO baru diperkenalkan pada awal 2017, mobile wallet itu telah masuk menjadi Top Free App dalam kategori keuangan di App Store dan menduduki posisi pertama di Google Store. http://www.beritasatu.tv/news/ovo-duduki-posisi-teratas-di-app-store/ (diakses pada tanggal 21 September 2018, pukul 21:13), President Director Ovo Adrian Suherman menyebut saat ini layanan uang digital miliknya telah mengantongi lima sampai sepuluh juta pengguna aktif. Pertumbuhan pengguna ini disebut Andrian juga terbantu berkat kerja sama Ovo dengan Grab. Sementara, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan,  pihak Ovo sangat yakin dengan adanya kerja sama dengan OVO sebagai salah satu platform pembayaran di Indonesia. Berkat kemitraan yang didukung tingginya jumlah unduhan aplikasi yang mencapai 60 juta di Indonesia, kami akan meningkatkan penggunaan konsumen dan penerimaan pendapatan bagi mitra kami, baik mitra pengemudi maupun merchant. Grab juga senang bahwa pelanggan dapat melakukan top-up kredit OVO mereka melalui mitra pengemudi Grab yang semakin memudahkan pelanggan dalam bertransaksi non-tunai dan mitra pengemudi Grab untuk memperoleh pendapatan tambahan dengan lebih cepat. http://manado.tribunnews.com/ (diakses pada tanggal 21 September 2018, pukul 21:47)
Selain itu, Ovo memiliki 80 merchant yang menjadi rekan kerja dan memiliki konsumen aktif. Diantaranya ialah Grab, Mandiri, Hypermart dan Matahari Mall, dari beberapa perusahaan besar berikut Ovo menggunakan Co-branding untuk meningkatkan pengguna Ovo, dan yang paling memberikan peningkatan signifikan adalah Grab. Sebelum Ovo melakukan Co-branding dengan Grab, Ovo memiliki Co-branding dengan merchant sebelumnya yaitu Matahari Mall dan Hypermart hingga Ovo memperoleh 500.000 konsumen aktif, dan setelah melakukan Co-branding dengan Grab konsumen aktif Ovo meningkat hingga 9,5 juta. Menurut laporan yang dikutip oleh cnn. Sedangkan untuk Co-branding dengan Bank Mandiri Ovo memiliki target untuk meningkatkan konsumen aktif hingga 20 juta pengguna. https://www.cnnindonesia.com/ (diakses pada tanggal 20 September 2018, pukul 10:43)
Co-branding Ovo dan Grab memiliki satu program yaitu program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp.1”. Program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp.1” merupakan program satu-satunya yang telah diaplikasikan oleh Ovo dan Grab. Banyaknya minat masyarakat dalam memilih OVO dengan Grab adalah dengan adanya kode promo SATURUPIAH. Program ini ditujukan untuk pelajar maupun mahasiswa. Dengan kode promo tersebut, tujuan kemana saja dengan tarif maksimal Rp. 50.000,- hanya bayar 1 Rupiah saja seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1. 2. Bayar Grab pakai OVO 1 Rupiah
Sumber: hitekno.com (diakses pada 4 September 2018, pukul 12:15)
Oleh karena itu, dalam hal ini penulis ingin mengetahui Strategi Co-Branding OVO dan Grab dalam program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp. 1”.
Fokus Penelitian
Berdasarkan judul penelitian di atas yang menjadi fokus dalam penelitian ini ialah strategi Co-Branding yang dilakukan OVO dan Grab dalam program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp. 1”.

Identifikasi masalah
Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini ialah untuk mengkaji Bagaimana Strategi Co-Branding yang dilakukan OVO dan Grab dalam program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp. 1”?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah, tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi co-branding yang dilakukan OVO dan Grab dalam program “naik Grab Kemana aja, Cuma Rp. 1”.

Manfaat Penelitian
1.5.1 Aspek Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini dapat dijadikan sumbangan untuk memperkaya penelitian di bidang Ilmu Komunikasi khususnya ilmu Marketing Communication, terutama menyangkut tentang komunikasi pemasaran yang diterapkan dalam meningkatkan jumlah konsumen suatu perusahaan.

1.5.2 Aspek Praktis
Secara praktis, penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan mengenai strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah masukan bagi PT. Visionet Internasional dalam merancang strategi komunikasi pemasaran yang tepat.

Tahapan Penelitian
Tahap-tahap penelitian kualitatif dengan salah satu ciri pokoknya peneliti menjadi sebagai alat penelitian. Tahapan penelitian ini memberikan gambaran tentang keseluruhan perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis dan penafsiran data, sampai penulisan laporan. (Moleong, 2012:127-148)
Tahapan penelitian secara umum sebagai berikut:
Tahap Pra Lapangan
Ada enam tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitian lapangan. Kegiatan dan pertimbangan tersebut diuraikan berikut ini:
Menyusun Rancangan Penelitian
Penulis merancang apa saja yang akan diteliti sehingga tidak ada yang terlewat dan dapat dijadikan sebuah penelitian yang terpercaya dengan beberapa data yang dimiliki.

Memilih Lapangan Penelitian
Cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapangan penelitian ialah dengan mempelajari serta mendalami fokus dan rumusan masalah penelitian. Keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu, biaya, dan tenaga perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi penelitian.

Mengurus Perizinan
Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berwenang memberikan izin bagi pelaksanaan penelitiaan. Tentu saja peneliti jangan mengabaikan izin meninggalkan tugas yang pertama-tama perlu dimintakan dari tasan sendiri dan lain-lain.

Menjajaki dan Menilai Lapangan
Maksud dan tujuan penjajakan lapangan adalah berusaha mengenal segala unsur lingkungan sosial, fisik, dan keadaan alam. Pengenalan lapangan dimaksudkan pulau ntuk menilai keadaan,situasi, latar dan konteksnya, apakah terdapat kesesuaian dengan masalah, hipotesis kerja teori substantif seperti yang digambarkan dan dipikirkan sebelumnya.

Memilih dan Memanfaatkan Informan
Informan adalah orang-dalam pada latar penelitian. Informan merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi, ia harus mempuyai banyak pengalaman tentang latar penelitian. Ia berkewajiban secara sukarela menjadi anggota tim penelitian walaupan hanya bersifat informal.

Informan pun harus memiliki syarat yaitu jujur, taat pada janji, patuh pada peraturan, suka berbicara, tidak termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian, dan mempunyai pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

Menyiapkan Perlengkapan Penelitian
Peneliti hendaknya menyiapkan tidak hanya perlengkapan fisikm tetapi segala macam perlengkapan penelitian yang diperlukan. Sebelum penelitian dimulai, peneliti memerlukan izin mengadakan penelitian, kontak dengan daerah yang menjadi latar penelitian. Alat tulis dan beberapa perlengkapan lainnya seperti tape recorder harus dipersiapkan.

Persoalan Etika Penelitian
Salah satu ciri utama penelitian kualitatif ialah orang sebagai alat atau sebagai instrument yang mengumpulkan data. Seluruh metode itu pada dasarnya menyangkut hubungan peneliti dengan orang atau subjek penelitian.

Persoalan etika akan timbul apabila peneliti tidak menghormati, tidak mematuhi, dan tidak mengindahkan nilai-nilai masyarakat dan pribadi tersebut. Oleh karena itu, peneliti hendaknya menyesuaikan diri serta membaca baju adat, kebiasaan, dan kebudayaannya, kemudian untuk sementara ia menerima seluruh nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat latar penelitiaannya, dan meninggalkan budaya sendiri.

Tahap Pekerjaan Lapangan
Uraian tentang tahap pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian, yaitu:(1) memahami latar penelitian dan persiapan diri, (2) memasuki lapangan, dan (3) berperan serta sambil mengumpulkan data. Ketiganya diuraikan sebagai berikut ini:
Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri
Pembatasan latar dan peneliti
Peneliti hendaknya mengenal adanya latar terbuka dan latar tertutup. Peneliti hendaknya tahu menempatkan diri, apakah sebagai peneliti yang dikenal atau yang tidak dikenal.

Menurut Lofland (1984:21-24) latar terbuka terdapat di lapangan umum seperti tempat berpidato, orang berkumpul di taman, toko, bioskop, dan ruang tunggu rumah sakit. Pada latar demikian peneliti barangkali hanya akan mengandalkan pengamatan dan kurang sekali mengadakan wawancara. Peneliti memperhitungkan latar tersebut sehingga strategi pengumpulan datanya menjadi efektif. Sebaliknya, pada latar tertutup hubungan peneliti perlu akrab karena latar demikian bercirikan orang-orang sebagai subjek yang perlu diamati secara teliti dan wancara mendalam.

Penampilan
Penampilan fisik bukan hanya ditampakkan melalui cara berpakaian. Dapat pula diperlihatkan melalui cara bertingkah laku. Cara bertingkah laku ialah tata cara, tindakan, lenggak-lenggok, cara menegur dan semacamnya yang diperlihatkan oleh peneliti sewaktu iala berada di tengah-tengah masyarakat tempat ia bekerja sebagai pengumpul data.

Pengenalan hubungan penelitian di lapangan
Jika peneliti memanfaatkan pengamatan berperanserta, maka hendaknya hubungan akrab antara subjek dan peneliti dibina. Peneliti dengan subjek penelitian dapat bekerjasama dengan saling bertukar informasi.

Jumah waktu studi
Mengenai pembatasan waktu pada dasarnya peneliti sendirilah yang digunakan di lapangan dimanfaatkan seefisien dan selektif mungkin.

Memasuki Lapangan
Keakraban hubungan
Hubungan di atas dikatakan bahwa sikap peneliti hendaknya pasif, hubungan yang perlu dibina berupa rapport. Rapport adalah hubungan antara peneliti dan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah di antara keduanya. Apabila terjalin hubungan yang akrab, maka subjek dengan sukarela dapat menjawab pertanyaan atau memberikan informasi yang diperlukan oleh peneliti.

Mempelajari Bahasa
Peneliti sebaiknya tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga simbol-simbol yang digunakan oleh orang-orang yang menjadi subjek.

Peranan peneliti
Peran serta yang peneliti baru dapat terwujud seutuhnya apabila ia membaur secara fisik dengan kelompok komunitas yang ditelitinya. Apa pun dan bagaimana pun peranan yang dapat dimainkan peneliti, hendaknya disadari dan diperhatikan bahwa tugas utamanya adalah mengumpulkan informasi.

Berperan-serta Sambil Mengumpulkan Data
Pengarahan batas studi
Pada watu penyusunan usulan penelitian, batas tudi telah ditetapkan bersama masalah dan tujuan penelitian. Jadwal penelitian hendaknya telah disusun pula secara berhati-hati walaupun luwes karena situasi lapangan yang sukar diramalkan.

Mencatat data
Alat penelitian penting yang biasanya digunakan ialah catatan lapangan. Catatan lapangan tidak lain adalah catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan, wawancara, atau menyaksikan suatu kejadian tertentu.

Petunjuk cara mengingat data
Beberapa petunjuk tentang cara mengingat data seperti dikemukakan Bogdan (1972:42) sebagai berikut ini.

Buatlah catatan secepatnya, jangan menunda-nunda pekerjaan. Makin ditunda, makin sukar diingat, makin besar kemungkinan data bisa hilang atau terbuang.

Jangan berbicara dengan orang lain terlebih dahulu tentang hasil pengamatan sebelum peneliti menuangkannya ke dalam catatan lapangan.

Usahakan agar tidak terjadi gangguan sewaktu peneliti menulis, mengetik atau mendengarkan serta menyalin hasil rekaman dari perekam kaset.

Usahakan untuk menggambarkan dalam diagram keadaan fisik yang diamati atau struktur organisasi yang ditemui,tuliskan secara urut peristiwa yang terjadi.

Buatlah garis besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan.

Dalam jadwal yang disusun hendaknya disisakan banyak waktu sesudah pengamatan atau wawancara yang dipergunakan untuk menulis catatan lapangan.

Mencatat apa yang dikatakan oleh subjek secara verbatism hendaknya dilakukan secara teliti, namun, jika ada yang terlupa, hal itu jangan dipusingkan.

Segera mencatat lagi untuk kemudian dimasukkan kembali ke dalam catatan lapangan pengamatan apa yang sebelumnya terlupakan.

Kejenuhan, keletihan, dan istirahat
Menghadapi pekerjaan yang itu-itu juga, tidak bervariasi serta menekuninya secara terus menerus biasanya pada saat-saat tertentu menimbulkan perasaan jenuh dan bosan.Satu-satunya jalan yang harus ditempuh ialah beristirahat.

Menelitisuatu latar yang di dalamnya terdapat pertentangan
Apabila di dalam latar terdapat pertentangan, peneliti hendaknya berusaha sekuat tenaga agar tetap netral, tidak memihak, dan sejauh mungkin menengahi persoalan yang terjadi.

Analisis di lapangan
Penelitikualitatif mengenal adanya analisis data dilapangan walaupun analisis data secara intensif barulah dilakukan sesudah kembali ke rumah. Kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan sebagian dari pekerjaan analisis data selama berada pada latar penelitian yang tentunya masih akan diperdalam sesudah meninggalkan lapangan dan mulai mengadakan analisis data secara intensif.

Analisis Data
Analisis Data Kualitatif (Bogdan&Biklen,1982) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah- milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajar, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. (Moleong, 2012:248).

1.7 Lokasi danWaktu Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan dengan berupa wawancara dan observasi di PT. Visionet Internasional, Menara Gracia, Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav C-17, RT.2/RW.5, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta City, Jakarta 12940
Waktu dan Periode Penelitian
Waktu penelitian ini dilakukan mulai dari periode Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Tabel 1.1
Tahapan Penelitian
No. Tahapan Periode
Agus
2018 Sept
2018 Okt
2018 Nov
2018 Des
2018 Jan
2019
1 Persiapan penyusunan proposal skripsi Bab I sampai III 2 Pengumpulan data sekunder berupa observasi awal 3 Pengumpulan data primer berupa wawancara mendalam kepada informan 4 Analisis data,
berdasarkan variabel, sub variabel, dan indikator yang sudah ditentukan 5 Penyelesaian
data meliputi kesimpulan penelitian dan saran Sumber: Olahan Penulis (diakses pada 5 September 2018, pukul 09:11)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teoristis
2.1.1Komunikasi
Menurut Lasswell dalam buku (Effendy, 1984:10) Cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut: “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?”. Berdasarkan paradigma Laswell tersebut, komunikasi merupakan proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Berikut merupakan model proses komunikasi menurut Lasswell.

29146558420
Gambar 2.1 Proses Komunikasi
Sumber: https://www.google.co.id/ (diakses pada 7 September 2018, pukul 20.10)
2.1.2Brand
Menurut UU Merek No.15 Tahun 2001 pasal 1 ayat 1 dalam buku Tjiptono (2011:2) “brand adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.”
Menurut Nicolino (2001:4) dalam buku Brand Management” brand adalah entitas yang mudah dikenali dan menyajikan nilai-nilai tertentu.”
Menurut Kotler (2008:5) dalam buku B2B Brand Management “brand merupakan alat efektif dan memaksa untuk mengomunikasikan manfaat dan nilai suatu produk atau jasa. Brand merupakan jaminan kualitas, asal usul, dan performa, yang dengan demikian meningkatkan nilai yang dirasakan customer dan mengurangi risiko dan kompleksitas dalam keputusan membeli.”
Brand adalah janji.

Brand sepenuhnya adalah persepsi segala sesuatu yang anda lihat, dengar, baca, ketahui, rasakan pikirkan, dan lain-lain tentang suatu produk, jasa, atau bisnis.

Brand memiliki posisi istimewa di benak costumer berdasarkan pengalaman masa lalu, pergaulan dan ekspetasi masa depan.

Brand adalah jalan pintas atribut, manfaat, keyakinan dan nilai yang membedakan, mengurangi kompleksitas, dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan.

Menurut Duncan (2008:71), Brand is defined as “a perception resulting from experiences with, and information about, a company or a line of product.”
Branding
Menurut Bedburry (2008:3), penulis buku A New Brand World dikutip dalam buku B2B Brand Management “Branding itu tentang membawa sesuatu yang biasa dan meningkatkannya dengan cara-cara yang membuatnya menjadi lebih berharga dan bernilai”.

Menurut O’Guinn et al (2015:59), Modern Capitalism required branding. Manufacturersh had to develop brand names so that consumers could focus their attention on a clearly identified item.

Menurut Duncan (2008:71), branding the process of creating a brand image that engages the hearts and mind of customers, is what separates similar product from each other.

2.1.4Brand Activation
Menurut Terence, A.Shimp, (2003: 263) Brand activation adalah salah satu bentuk promosi merek yang mendekatkan dan membangun interaksi merek dengan penggunanya melalui aktivitas pertandingan olahraga, hiburan, kebudayaan, sosial, atau aktivitas publik yang menarik perhatian lainnya.

2.1.5Brand Strategy
Menurut Kotler ; Armstrong (2012:244), brand strategy ialah Mengelola merek merupakan sebuah pekerjaan yang menantang bagi para pemasar. Merek, telah menjadi sebuah bahasan yang tidak henti-hentinya selama bertahun-tahun. Oleh karena itu diperlukan sebuah strategi yang tepat dalam membangun sebuah merek. Gambaran keputusan utama strategi merek adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2
Sumber : https://alecoxblog.files.wordpress.com/2013/12/screen-shot-2013-12-14-at-1-22-14-pm.png (diakses pada 16 September 2018, pukul 18:22)
Brand Positioning adalah suatu proses menempatkan merek secara jelas dalam benak pelanggan yang menjadi target. Pemasar dapat memposisikan merek dalam tiga tingkatan. Pada tingkat yang paling rendah, merek diposisikan pada product attributes diikuti dengan tingkat benefits dan pada tingkat paling atas benefits and values.

Brand Name Selection adalah proses pemilihan nama merek dan produk dan memberikan perlindungan terhadapnya.

Brand Sponsorship memberikan empat penawaran bagi sebuah manufaktur. Produk dapat diluncurkan sebagai manufacturer’s brand, private brand, licensed brand, atau dapat pula menggunakan pilihan menggabungkan dua kekuatan perusahaan dan melakukan co-branding pada produk.

Brand Development memiliki empat pilihan saat perusahaan ingin mengembangkan mereknya. Pilihan tersebut adalah line extensions, multibrands, atau new brands. Berikut penjelasan dari keempat pilihan tersebut:
Line Extension terjadi saat sebuah perusahaan mengembangkan merek yang ada pada bentuk, warna, ukuran, isi atau rasa baru pada kategori produknya. Sebuah perusahaan menggunakan line extension sebagai jalan biaya rendah dan resiko kecil untuk mengenalkan produk baru.

Brand Extension memperluas nama merek pada produk baru atau produk modifikasi dalam kategori yang baru. Brand extension memberikan produk baru pengenalan yang instan dan cepat.

Multibrands. Perusahaan sering mengenalkan merek tambahan dalam kategori yang sama. Multibrands menawarkan sebuah jalan untuk membangun fitur berbeda dan ketertarikan pada motif pembelian berbeda.
New brands. Perusahaan mungkin percaya bahwa kekuatan dari nama merek saat ini berkurang dan dibutuhkan sebuah nama merek baru, atau dapat pula membuat sebuah nama merek baru saat memasuki kategori produk baru dimana tidak ada nama merek perusahaan yang tepat pada saat ini.

Co-Branding
Menurut Duncan (2008), co-branding is a strategy that capitalizes on using two brand names (owned by separate companies) and provides customers value from both brand.

Menurut Kotler & Armstrong, (2010:265), co-branding adalah praktik penggunaan merek yang telah ada dari dua perusahaan berbeda untuk produk yang sama.

Menurut Keller (2008:289), co-branding yang juga dikenal dengan nama brand bundling atau brand alliances adalah sesuatu yang terjadi ketika dua tau lebih merek yang telah ada menjadi sebuah produk bersama yang dipasarkan secara bersama.

Menurut Helmig et al (2007:360), co-branding adalah sebuah strategi aliansi merek jangka panjang dimana sebuah produk secara simultan diberi dua merek.:
Melibatkan dua atau lebih merek, masing-masing dengan pengenalan konsumen yang signifikan
Semua merek yang berpartisipasi terpelihara.
Durasi diberlakukannya co-branding sedang sampai dengan lama

Potensi dari penciptaan nilai tidak cukup besar untuk memberikan alasan untuk mengembangkan sebuah merek yang baru atau joint venture yang legal.

2.2 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Perbandingan Skripsi Terdahulu
Skripsi Terdahulu 1
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Skripsi Terdahulu 2
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Skripsi Terdahulu 3
Judul Pengaruh Co-Branding Kartu Debit & Kredit
Bank BNI Terhadap Brand Equity Bank BNI
Tahun 2013 (Studi Kasus di Kota Bandung)
Tahun 2013
Nama Peneliti/Penulis Aditia Vivaldi, Indira Rachmawati
Sumber http://openlibrary.telkomuniversity.ac.id
Lokasi Penelitian Bandung
Konsep dan Teori Penelitian Co-Branding, Brand Equity
Teknik Analisis Data Kuantitatif
Hasil Pengaruh co-branding (X) terhadap brand equity (Y) secara simultan sebesar 29,2% dan elemen yang paling besar berpengaruh terhadap brand equity adalah attitude toward co-branding
Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan yang diteliti peneliti terdapat pada metode yang digunakan.

Skripsi Terdahulu 4
Judul Analisis Sikap Konsumen Pada Strategi Co-Branding Walls Buavita
Tahun 2012
Nama Peneliti/Penulis Leonita
Sumber Lib.ui.ac.id
Lokasi Penelitian Depok
Konsep dan Teori Penelitian Co-Branding,Sikap Konsumen
Teknik Analisis Data Kuantitatif
Hasil Hasil pada penelitian ini menunjukan sikap konsumen pada co-branding Walls Buavita cukup baik
Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan yang diteliti peneliti terdapat pada metode yang digunakan.

Skripsi Terdahulu 5
Judul Pengaruh Co-Branding Terhadap Brand
Equity Hotel Ibis pada Studi Kasus di
Hotel Ibis Slipi Jakarta
Tahun 2014
Nama Peneliti/Penulis Roro Sumbodro Kinasih
Sumber http://openlibrary.telkomuniversity.ac.id
Lokasi Penelitian Slipi Jakarta
Konsep dan Teori Penelitian Co-branding, Brand Equity, Brand
Teknik Analisis Data Kunatitatif
Hasil Hasil dari penelitian ini, terdapat pengaruh co-branding (X) terhadap brand equity (Y) secara signifikan
Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan yang diteliti peneliti terdapat pada metode yang digunakan.

Tabel 2.2
Perbandingan Jurnal Nasional Terdahulu
Jurnal Nasional 1
Judul Co-Branding Destinasi Wisata Bandung dan Pocari Sweat Dalam Event Pocari Sweat Bandung West Java Marathon
Tahun 2017
Nama Peneliti/Penulis Itca Istia Wahyuni
Sumber http://journals.telkomuniversity.ac.idLokasi Penelitian Bandung
Konsep dan Teori Penelitian Co-Branding
Teknik Analisis Data Konstruktivisme
Hasil Kesesuaian positioning (tagline) yang dibuat dengan persepsi dengan persepsi pelari yang mengikuti event Pocari Sweat Bandung Java Marathon dan berasal dari luar kota Bandung.

Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti oleh penulis terdapat pada objeknya, jika penelitian yang dilakukan peneliti adalah strategi Co-branding nya
Jurnal Nasional 2
Judul Proses Co-Branding Umkm dalam
Membangun Brand Awareness
Tahun Nama Peneliti/Penulis Gianti Dewi Permatasari, Ike Junita Triwardhani
Sumber Karyailmiah.unisba.ac.id
Lokasi Penelitian Bandung
Konsep dan Teori Penelitian Branding, Co-Branding, Brand Awareness, Marketing Communication
Teknik Analisis Data Kualitatif
Hasil Manfaat yang didapat dari co-branding ini adalah adanya perluasan pasar, penghematan biaya akuisisi, penguatan diferensiasi dan penguatan asosiasi merek Zanana Chips
Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti oleh penulis terdapat pada objeknya, jika penelitian yang dilakukan peneliti adalah strategi Co-branding nya
Jurnal Nasional 3
Judul Pengaruh Strategi Co-Branding, Brand Equity
Terhadap Purchase Intention Melalui Brand
Preference (Studi Co-Branding Toyota pada Produk Daihatsu Xenia di Karya Zirang Utama)
Tahun 2014
Nama Peneliti/Penulis Arif Kurniawan, Dra. Sri Suryoko, M.si, Sari Listyoniri, S.Sos, MAB
Sumber Portalgaruda.org
Lokasi Penelitian Semarang
Konsep dan Teori Penelitian Co-Branding, Brand Equity, Brand Preference, Purchase Intention
Teknik Analisis Data Eksplanatory research
Hasil Hasil penelitian menjelaskan bahwa hubungan antara variabel co-branding, Brand equity, brand preference dan purchase intention memiliki jalur yang signifikan.

Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan yang diteliti peneliti terdapat pada metode yang digunakan.

Jurnal Nasional 4
Judul Strategi Co-Branding Untuk Meningkatkan
Ekuitas Merek
Tahun 2008
Nama Peneliti/Penulis Tri Septin MR
Sumber www.neliti.comLokasi Penelitian Purwokerto
Konsep dan Teori Penelitian Co-branding, Brand Equity
Teknik Analisis Data Semiotika
Hasil Menurut peneliti, co-branding yang baik akan mengakibatkan menigkatkan brand equity, memperlebar pasar, mempertinggi penggunaan(more usage), meningkatkan awareness, meningkatkan perceived quality, brand image, serta loyalitas
Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan yang diteliti peneliti terdapat pada metode yang digunakan.

Jurnal Nasional 5
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Tabel 2.3
Perbandingan Jurnal Internasional Terdahulu
Jurnal Interasional 1
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Jurnal Interasional 2
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Jurnal Interasional 3
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Jurnal Interasional 4
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan Jurnal Interasional 5
Judul Tahun Nama Peneliti/Penulis Sumber Lokasi Penelitian Konsep dan Teori Penelitian Teknik Analisis Data Hasil Perbedaan BAB III
METODE PENELITIAN
Paradigma Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualititatif yang sebagaimana metode kualitatif dapat digunakan dalam mencari data dan mengolah data dengan cara observasi wawancara yang akan dilakukan oleh peneliti. Dalam mencari data dan mengambil data, peneliti mengambil data Primer dan Sekunder untuk kebutuhan penelitian.

Menurut Sugiyono (2011:8) metode penelitian kualitatif dinamakan senagai metode baru, karna popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat post-positivisme. karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola).metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karna penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, dan juga disebut metode etnographi karena pada awalanya metode ini lebih banyak digunakan pada penelitian bidang antropologi budaya.

Penggunaan metode kualitatif dikarenakan data yang didapatkan oleh peneliti secara langsung dan bertatap muka dalam memperoleh data. Penggunaan metode kualitatif sendiri dianggap sebagai salah satu metode memahami langsung bangaimana dampak yang dirasakan peneliti dalam mendapatkan data di lapangan dan juga peneliti berusaha memahami dan menafsirkan dari hasil observasi yang dilakukan.

Dalam hal penelitian kualitatif, peneliti dapat mendeskripsikan data yang didapatkan dan juga bisa merasa kurang puasnya peneliti terkait data yang didapatkan. Ketidak puasan peneliti dengan cara memakai metode kualitatif di karenakan kurang relevan dan kongkritnya data yang didapatkan oleh narasumber satu. Dalam metode kualitatif peneliti perlu melihat penelititan dari sudut pandang yang sangat luas dalam mengelola data yang didapatkan. Dan dengan menggunakan metode kualitatif peneliti bisa juga mendapatkan hasil akhir yang ingin dicapai dalam mendapatkan data.

Dalam pengambilan data peneliti bisa merasakan cukup atau kurangnya data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan. karena metode kualitatif bisa merakasan langsung dan menyelami fenomena yang ada dan dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dalam penelitian kualitatif memiliki proses yang fleksibel, karena langkah selanjutnya yang akan dilakukan ditentukan oleh temuan selama proses penelitian
Menurut Harmon (dalam Moleong, 2004: 49) paradigma adalah suatu cara untuk berpikir, suatu cara mendasar untuk memahami, suatu cara untuk menilai, dan melakukan apa yang berkaitan dengan sesuatu yang khusus tentang realitas. Paradigma juga bersifat nofmatif, karena menunjukan kepada praktisi tentang apa saja yang harus dilakukan tanpa pertimbagan yang eksistensial. Sedangkan menurut Kuhn merupakan pola atau model tentang bagaimana sesuatu distruktur, atau bagaimana bagian-bagian berfungsi seuai dengan seharusnya, paradigma juga sebagai contoh ilmiah yang diterima mengenai praktik ilmiah sebenarnya. Paradigma ini juga adalah cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata.

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui strategi co-branding Ovo dan Grab dalam program “naik Grab kemana aja, Cuma BayarRp.1”, maka di penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivis untuk menjabarkan strategi co-branding antara Ovo dan Grab, khususnya pada program “naik Grab kemana aja,Cuma Rp.1”.

Subjek dan Objek Penelitian
Gambaran Umum Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti memilih subjek Ovo. Ovo merupakan sebuah paltform dari perusahaan PT. Visionet Internasional yang bergerak di bidang digital payment atau yang lebih dikenal dengan financial technology. Ovo baru diluncurkan pada awal 2017 lalu. Dalam penelitian ini subjek ovo memiliki sub-subjek yaitu Grab, Grab ialah perusahaan yang bergerak di bidang transportatsi.

2068830297815
Gambar 3.1 Aplikasi OVO
Sumber : olahan penulis
(diakses pada 22 September 2018, pukul 00:22)

Gambar 3.2 Bayar Grab pakai OVO 1 Rupiah
Sumber: hitekno.com (diakses pada 4 September 2018, pukul 12:15)
3.2.2Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek penelitian ini ialah strategi co-branding Ovo dan Grab, objek penelitan ini merupakan untuk mengetahui strategi-strategi co-branding yang direncanakan maupun yang telah diaplikasikan pihak Ovo dalam kegiatan co-branding bersama pihak Grab.

3.3Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan dengan berupa wawancara dan observasi di PT. Visionet Internasional, Menara Gracia, Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav C-17, RT.2/RW.5, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta City, Jakarta 12940. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut karena disana adalah kantor pusat dari PT. Visionet Internasional di Indonesia.

3.4Unit Analasis Penelitian
Analisis penelitian kualitatif tidak memiliki pendekatan tunggal dalam analisis data, menurut Indrawan dan Yaniawati (2014:152) bahwa proses pengelahan dan analisis data sudah harus dilakukan sejak peneliti masih berada di lokasi penelitian, atau sejak pengumpulan data dilakukan.pada dasarnya peneliti itu telah melakukan langkah-langkah yang disarankan dalam mengelola dan menganalisis data kualitatif, dan unit analsis adalah satuan yang diteliti yang dapat berupa individu, kelompok, benda maupun suatu latar peristiwa. Pada penelitian ini yang menjadi unit analisis peneliti ialah perusahaan Ovo. Alasan peneliti memilih perusahaan Ovo ialah karena peneliti ingin mengetahui strategi co-branding yang dilakukan pihak Ovo dan Grab.

TABEL 3.1
UNIT ANALISIS PENELITIAN
Analisis Sub-Analisis Indikator
Strategi Co-Branding Ovo dan Grab dalam Program “Naik Grab Kemana Aja, Cuma Bayar Rp.1” Riset pemilihan pasar Mempelajari target konsumen
Menyusun Pesan
Jenis pesan, bentuk pesan, teknik penyusunan pesan, dan teknik penyampaian pesan
Menetapkan Metode Seleksi dan Penggunaan Media Sumber Daya Komunikasi, Pemelihan Media, dan Jangkauan Media
Sumber: Olahan Penulis (diakses pada 25 September 2018, pukul 09:11)
3.5Informan Kunci
Informan kunci adalah subjek yang akan diteliti dalam penelitian ini. Informan itu sendiri adalah orang yang dapat memberikan informasi. Fungsi informan ialah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti mengenai strategi co-branding yang dilakukan Ovo dan Grab. Maka Informan utama dalam penelitian ini adalah ( Pihak Ovo )
3.6Pengumpulan Data Penelitian
Menurut Gulo (2002:110), pengumpulan data adalah suatu proses pencarian data ataupun informasi tentang sifat, keadaan, ataupun kegiatan tertentu. Pengempulan data ini dilakukan agar dapat memperoleh informasi yang dibutkan dalam rangka menunjang analisi dan mencapai tujuan penelitian tersebut. Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

3.7Teknik Analisis Data
Teknis analisis data harus dilakukan secara intensif, terus menerus hingga penelitian ini tuntas. Menurut Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2008:287) bahwa aktivitas dalam analisi data yaitu sebagai berikut:
Reduksi Data
Reduksi adalah merangkum. Dikarenakan data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak,untuk itu maka diperlukannya mereduksi data yang berarti merangkum dan memilih hal-hal pokok yang penting.

Penyajian Data
Dalam hal penelitian kualitatis, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategorii, atau sejenisnya. Hal yang sering digunakan untuk penyajian data dalam kualitatif adalah teks yang bersifat naratif. Karena dengan penyajian data yang bersifat naratif singkat tapi tetap tertuju fokus pada tujuan dapat memudahkan untuk memahami apa yang terjadi.

Kesimpulan dan Verifikasi
Kesimpulan adalah sebuah gagasan yang diambil dari sebuah pembicaraan, kesimpulan juga adalah hasil dari sesuatu hal. Namun, kesimpulan dalam sebuah penelitian bersifat sementara dikarenakan dapat berkembang setelah penelitian tersebut dilakukan. Kesimpulan kualitatif merupakan temuan baru yang disajikan berupa penjelasan atau deskripsi yang awalnya belum jelas menjadi jelas dan dapat berupa hubungan kausal, interaktif, dan hipotesis teori.

Teknik Keabsahan Data
Untuk mendapatkan data yang benar penelitian ini memerlukan teknis keabsahan data, keabsahan data ini dapat dilakukan dengan cara triangulasi. Teknis triangulasi ini memliki tiga cara, yaitu triangulasi sumber, triangulasi data, dan triangulasi waktu.

Menurut Sugiyono (2006:273-274) memaparkan tiga macam triangulasi, yaitu;
Triangulasi sumber adalah untuk menguji keaslian data dengan cara mengecek data yang telah didapatkan dari beberapa sumber.

Triangulasi teknik adalah alat untuk menguji kredibilitas data dengan cara meninjau kembali data yang sama namun dengan alat yang berbeda.

Triangulasi waktu adalah teknis yang paling sering mempengaruhi data. Karena data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, dengan waktu yang berbeda-beda yaitu pagi, siang, dan malam hari akan memberikan data yang lebih valid sehingga kredibel.

Dengan itu penelitian ini menggunakan penelitian ini menggunakan cara triangulasi sumber dari ketiga mavam triangulasi yang telah dijelaskan di atas. Dalam proses penelitian, peneliti telah melakukan kegiatan wawancara dengan bebrapa informan kunci maupun informan pendukung, penelti menguji pemahaman antara pemahaman peneliti dengan pemahaman informan yang nantinya hasil dari wawancara tersebut akan diuji kredibilitas dan konsistensinya antara informan. Cara triangulasi sumber ini juga digunakan untuk menguji pemahaman peneliti dengan informan tentang hal-hal yang diinformasikan kepada peneliti, yang nantinya peneliti akan membandingkan konsistensi jawaban antar setiap informan sesuai dengan tema dan sub tema tujuan dari penelitian ini.
DRAFT WAWANCARA
No Tunjauan Pustaka Indikator Pertanyaan
1. Strategi Co-Branding Ovo dan Grab dalam Program “Naik Grab Kemana Aja, Cuma Bayar Rp.1” Mengenali Khalayak Menyusun Pesan Menetapkan Metode Seleksi dan Penggunaan Media